Kalkulator Kadar Alkohol Darah
Kadar Alkohol Darah (BAC) mengukur jumlah alkohol dalam aliran darah. Kalkulator ini menggunakan rumus Widmark untuk memperkirakan BAC berdasarkan minuman yang dikonsumsi, berat badan, jenis kelamin, dan waktu berlalu.
—
Kadar Alkohol Darah
Referensi
- Watson, P. E., Watson, I. D., & Batt, R. D. (1981). Prediction of blood alcohol concentrations in human subjects: updating Widmark Equation. Journal of Studies on Alcohol, 42(7), 547-556. PubMed
- Posey, D., & Mozayani, A. (2007). The estimation of blood alcohol concentration. Forensic Science, Medicine, and Pathology, 3(1), 33-39. PubMed
Batas Legal per Negara
| Negara/Wilayah | Batas |
|---|---|
| AS, Inggris, Kanada | 0.08% |
| Australia, Selandia Baru | 0.05% |
| Sebagian besar Eropa (Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, dll.) | 0.05% |
| Jepang, Korea Selatan | 0.03% |
| Negara-negara Nordik (Norwegia, Swedia, Finlandia) | 0.02% |
| Beberapa yurisdiksi (toleransi nol) | 0.00% |
Tabel ini hanya untuk referensi. Hukum berubah dan bervariasi di dalam negara. Selalu verifikasi hukum lokal saat ini sebelum mengemudi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Formula Widmark, yang dikembangkan pada tahun 1930-an dan disempurnakan oleh Watson et al. (1981), memprediksi BAC dengan akurasi 10-20% untuk sebagian besar individu. Formula ini menggunakan berat badan dan rasio air tubuh spesifik gender (0,68 untuk pria, 0,55 untuk wanita) untuk memperkirakan distribusi alkohol. Namun, variasi individu dalam metabolisme, komposisi tubuh, dan genetika berarti BAC sebenarnya dapat berbeda secara signifikan dari perkiraan yang dihitung.
Berbagai variabel mempengaruhi BAC di luar berat dan jenis kelamin. Makanan di perut dapat memperlambat penyerapan sebesar 25-50%, dengan makanan tinggi lemak paling efektif. Minuman berkarbonasi mempercepat penyerapan. Variasi genetik dalam enzim alkohol dehidrogenase menyebabkan perbedaan 10 kali lipat dalam tingkat metabolisme antar individu. Populasi Asia sering memiliki aktivitas enzim yang berubah. Obat-obatan, hidrasi, dan siklus hormonal juga mempengaruhi penyerapan secara tidak terduga.
Wanita biasanya mencapai BAC yang lebih tinggi daripada pria dengan berat yang sama yang mengonsumsi jumlah yang identik. Penelitian oleh Frezza et al. (1990) mengidentifikasi dua faktor utama: persentase air tubuh yang lebih rendah (55% vs 68%) mengkonsentrasikan alkohol lebih banyak, dan aktivitas alkohol dehidrogenase lambung yang berkurang pada wanita berarti lebih banyak alkohol memasuki aliran darah tanpa perubahan. Perbedaan fisiologis ini menghasilkan sekitar 30% BAC lebih tinggi pada wanita.
Batas mengemudi legal berkisar dari 0,00% (toleransi nol) di negara-negara seperti Arab Saudi dan UEA, hingga 0,08% di AS, Inggris, dan Kanada. Sebagian besar negara Eropa menggunakan 0,05%, sementara Swedia dan Norwegia memberlakukan 0,02%. Jepang dan Korea Selatan menetapkan batas pada 0,03%. Variasi ini mencerminkan sikap budaya yang berbeda terhadap alkohol dan keselamatan lalu lintas. Yang penting, gangguan dimulai jauh sebelum batas legal.
Hati mengeliminasi alkohol pada sekitar 0,015-0,020% BAC per jam, setara dengan kira-kira satu minuman standar. Tingkat ini konsisten terlepas dari tingkat BAC, karena enzim alkohol dehidrogenase menjadi jenuh (kinetika orde nol). Berlawanan dengan kepercayaan populer, kopi, makanan, atau olahraga tidak dapat mempercepat tingkat ini. Seseorang pada 0,08% BAC memerlukan sekitar 5-6 jam untuk mencapai nol.
Gangguan dimulai pada minuman pertama. Penelitian NHTSA menunjukkan gangguan waktu reaksi dan penilaian yang terukur pada 0,02% BAC. Pada 0,05%, koordinasi dan kemampuan untuk melacak objek bergerak menurun. Batas legal 0,08% tidak mewakili mengemudi yang aman; risiko kecelakaan meningkat sekitar 4 kali lipat pada tingkat ini. Studi menunjukkan bahwa bahkan 0,01% BAC sedikit meningkatkan probabilitas kecelakaan.